BPBD Bengkulu Tengah Laporkan Perkembangan Banjir, Ratusan Rumah dan Puluhan Hektare Sawah Terdampak

Read Time:2 Minute, 50 Second

Kabar-one.com, Bengkulu Tengah – Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, pada kamis (12/3/2026) dini hari. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang, sehingga menyebabkan aliran sungai di beberapa titik meluap dan menggenangi permukiman warga serta lahan pertanian milik masyarakat.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, banjir terjadi di beberapa desa yang tersebar di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Tengah, Harmen Junaidi, menjelaskan bahwa sedikitnya empat wilayah desa terdampak banjir, yakni Desa Taba Terunjam dan Desa Talang Empat di Kecamatan Karang Tinggi, Dusun 3 Desa Taba Jambu di Kecamatan Pondok Kubang, serta Desa Srikuncoro di Kecamatan Pondok Kelapa.

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan peningkatan debit air sungai secara signifikan. Kondisi tersebut mengakibatkan air meluap dan mengalir ke permukiman warga serta lahan pertanian di sekitar daerah aliran sungai.

“Akibat luapan sungai tersebut, sejumlah rumah warga dan lahan persawahan terendam banjir,” ujar Harmen.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh BPBD Bengkulu Tengah, jumlah warga yang terdampak banjir mencapai sekitar 130 kepala keluarga (KK). Rinciannya meliputi 51 KK di Desa Taba Terunjam, 74 KK di Desa Talang Empat, serta 5 KK di Dusun 3 Desa Taba Jambu.

Selain merendam rumah warga, banjir juga berdampak terhadap sektor pertanian masyarakat. Di Desa Srikuncoro, luas lahan persawahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 75 hektare, sementara di Desa Taba Terunjam sekitar 5 hektare sawah turut terendam banjir.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Bengkulu Tengah segera menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan kaji cepat serta pendataan terhadap dampak bencana. Selain itu, personel BPBD juga membantu masyarakat dalam proses evakuasi barang-barang berharga dari rumah yang terdampak banjir.

Dalam penanganan di lapangan, BPBD Bengkulu Tengah menyiagakan sebanyak 22 personel untuk membantu proses penanggulangan bencana. Selain itu, dua unit perahu juga disiapkan guna membantu mobilitas tim di wilayah yang masih tergenang air.

BPBD juga mengerahkan dua unit kendaraan operasional serta mendirikan dua unit tenda darurat di lokasi terdampak yang difungsikan sebagai posko sementara bagi masyarakat serta pusat koordinasi penanganan bencana.

“Kami menyiagakan 22 personel, dua unit perahu, dua unit mobil operasional, serta dua unit tenda darurat untuk membantu masyarakat terdampak banjir,” jelasnya.

Selain melakukan penanganan di tingkat kabupaten, BPBD Bengkulu Tengah juga melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Bengkulu guna meminta dukungan serta bantuan tambahan apabila dibutuhkan.

Hingga Sabtu (3/1/2026), kondisi banjir di beberapa wilayah dilaporkan masih belum sepenuhnya surut. Beberapa desa seperti Desa Taba Terunjam, Desa Taba Jambu, dan Desa Srikuncoro masih mengalami genangan air di sejumlah titik.

Sementara itu, kondisi banjir di Desa Talang Empat dilaporkan mulai berangsur surut seiring menurunnya intensitas hujan serta berkurangnya debit air sungai.

BPBD Bengkulu Tengah terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat untuk memastikan keselamatan masyarakat.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi banjir susulan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai,” pungkas Harmen.

Dalam penanganan bencana tersebut, BPBD Bengkulu Tengah turut melibatkan berbagai unsur terkait, di antaranya jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Baznas, camat, serta pemerintah desa setempat.

Sinergi berbagai pihak tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanganan bencana serta membantu masyarakat yang terdampak agar dapat segera kembali menjalankan aktivitasnya secara normal. (**)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %