SIAPKAN WAKIL KE AJANG PROVINSI DAN NASIONAL 2027, DIKNAS BENTENG PERKUAT PELESTARIAN BAHASA DAERAH
Kabar-one.com, Bengkulu Tengah – Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Tengah terus mendorong pelestarian bahasa daerah melalui dunia pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu bagi pelajar jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sekaligus mempersiapkan peserta yang lolos seleksi untuk mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Bengkulu hingga nasional pada 2027.
Kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 3 Kembang Seri, Kabupaten Bengkulu Tengah, tersebut diikuti sebanyak 50 peserta dari jenjang SD dan SMP. Festival ini diselenggarakan melalui kerja sama Dinas Pendidikan Bengkulu Tengah dengan Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.
Kepala Dinas Pendidikan Bengkulu Tengah melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, M. Yudi, SE, mengatakan festival tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kecintaan, kebanggaan, serta kemampuan generasi muda dalam menggunakan bahasa daerah.
Menurut Yudi, peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan dipersiapkan untuk mengikuti ajang tingkat Provinsi Bengkulu dan nasional pada 2027. Kesempatan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa daerah sekaligus membawa nama Kabupaten Bengkulu Tengah di tingkat yang lebih luas.
“Peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan diikutsertakan pada tingkat Provinsi Bengkulu dan tingkat nasional pada 2027,” ujar Yudi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).

**Lima puluh pelajar unjuk kemampuan berbahasa daerah**
Dalam festival tersebut, para peserta mengikuti sejumlah cabang kegiatan yang mengangkat bahasa Rejang dan bahasa Lembak. Perlombaan meliputi pidato, bercerita, mendongeng, *stand-up comedy* menggunakan bahasa daerah, serta menulis aksara Kaganga dalam bahasa Rejang.
Melalui lomba pidato dan bercerita, para pelajar didorong untuk meningkatkan kemampuan menyampaikan gagasan, mengembangkan kepercayaan diri, serta menggunakan bahasa daerah secara baik dalam komunikasi lisan. Sementara itu, kegiatan mendongeng memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenalkan cerita dan nilai budaya melalui bahasa ibu.
Adapun lomba *stand-up comedy* menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan kreativitas dan humor dengan menggunakan bahasa Rejang maupun bahasa Lembak. Di sisi lain, kegiatan menulis aksara Kaganga memperkenalkan aspek tradisi tulis bahasa daerah kepada generasi muda agar tidak hanya mengenal bahasa melalui percakapan, tetapi juga memahami warisan budayanya.
Yudi menjelaskan, beragam cabang perlombaan tersebut merupakan bagian dari upaya menggalakkan penggunaan bahasa daerah di lingkungan pendidikan. Pelajar diharapkan tidak hanya menjadi peserta dalam kegiatan festival, tetapi juga tumbuh sebagai penutur muda yang mampu menjaga dan meneruskan bahasa daerah kepada generasi berikutnya.
**Cegah bahasa daerah tergerus globalisasi**
Yudi menilai pelestarian bahasa daerah perlu mendapatkan perhatian bersama. Perkembangan teknologi, perubahan pola komunikasi, dan pengaruh globalisasi menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan penggunaan bahasa ibu di kalangan anak-anak.
Karena itu, sekolah dinilai memiliki peran penting dalam memperkenalkan bahasa daerah sejak dini. Melalui kegiatan pembelajaran dan berbagai aktivitas budaya, siswa dapat memperoleh kesempatan untuk mengenal, mempelajari, serta menggunakan bahasa daerah secara berkelanjutan.
“Selain menggunakan bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar, para siswa juga perlu mengenal dan melestarikan bahasa ibu, khususnya bahasa Rejang dan bahasa Lembak di Bengkulu Tengah,” jelasnya.
Menurutnya, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga bagian dari identitas masyarakat yang menyimpan nilai budaya dan kearifan lokal. Apabila tidak diwariskan kepada generasi muda, penggunaan bahasa daerah berisiko semakin berkurang dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh sebab itu, pembinaan bahasa daerah melalui sekolah diharapkan dapat memperkuat hubungan generasi muda dengan budaya lokal. Festival ini juga menjadi sarana untuk menemukan dan membina pelajar yang memiliki kemampuan serta minat dalam penggunaan bahasa daerah.

**Apresiasi kolaborasi Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu**
Dalam kesempatan tersebut, Yudi menyampaikan apresiasi kepada Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu di Bengkulu Tengah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga kebahasaan sangat diperlukan agar upaya pelestarian bahasa daerah dapat berjalan secara berkesinambungan. Dukungan tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi sekaligus mengikuti pembinaan dan kompetisi pada jenjang berikutnya.
Dinas Pendidikan Bengkulu Tengah berharap festival ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap tumbuhnya minat pelajar dalam mempelajari bahasa Rejang dan bahasa Lembak.
Dengan persiapan peserta menuju ajang tingkat provinsi dan nasional pada 2027, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat regenerasi penutur bahasa daerah di Bengkulu Tengah. Generasi muda pun diharapkan semakin percaya diri menggunakan bahasa ibu dan bangga terhadap kekayaan budaya daerahnya.(**)





