Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Konservasi Hutan Mangrove di Bengkulu

Read Time:1 Minute, 3 Second

Bengkulu,Kabar-one.com – Pemberdayaan masyarakat pesisir di Provinsi Bengkulu melibatkan lebih dari sekadar konservasi hutan mangrove yang mencakup lebih dari 2.000 hektare, dengan 60 persen di antaranya berada di Pulau Enggano. Fokus utama dari inisiatif ini adalah pengembangan potensi ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“pentingnya pendekatan yang mengintegrasikan nilai ekonomi dengan partisipasi aktif masyarakat, sehingga mereka dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan hutan mangrove di sekitar mereka,” kata
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah,
Dalam pembukaan Workshop Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Mangrove Daerah Bengkulu, Kamis (12/9/23).

Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mencoba di beberapa lokasi seperti di kawasan Jenggolo bersama pemerhati dan NGO telah menghasilkan produk yang melibatkan masyarakat setempat. Dia juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan secara berjenjang, yang dapat menjadi model bagi daerah lain.

Lebih jauh, Gubernur Rohidin menekankan perlunya menanamkan kecintaan dan tanggung jawab terhadap pelestarian hutan mangrove sejak usia dini, dengan menyelaraskan program ini dengan kurikulum pendidikan melalui Kemendikbud. Inisiatif ini termasuk penyusunan buku cerita anak tentang pelestarian hutan mangrove, yang diharapkan dapat menjadi alat penting dalam pendidikan lingkungan.

Sementara Penyelenggara workshop berharap dengan perencanaan yang matang dan keterlibatan aktif semua pihak terkait, workshop dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan mangrove dan kelestarian lingkungan di provinsi Bengkulu.(HN)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %