Diknas Benteng Siap Memfalisitasi Sekolah Rakyat
Kabarone.com,Bengkulu Tengah- Untuk meningkatkan dunia pendidikan bagi anak- anak Indonesia di era globalisasi saat ini, Presiden Prabowo melalui programnya nawacita pada tahun ini akan membangun sebanyak 200 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
Dari jumlah SR tersebut, untuk Provinsi Bengkulu hanya dapat empat daerah kabupaten yang akan membangun dan menyelenggarakan. Empat kabupaten tersebut, yakni Bengkulu Tengah, Kaur, Kepahiang dan Manna Bengkulu Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Tengah,Tomi Misri mengatakan, pihaknya siap dan mengsukseskan sekolah rakyat yang telah dicetuskan oleh pemerintah pusat. Terlebih Kabupaten Benteng ini ditunjuk dan dipercaya untuk mendukung program Presiden Prabowo untuk meninmgkatkan kualitas pendidikan di negeri ini.
“ Jadi,masyarakat yang kemunkinan putus sekolah atau yang dan tidak mampu untuk melanjutkan sekolah, silahkan mendaftar ke sekolah rakyat. Nanti ada mikanismenya dan persyaratan tersendiri, siapa saja yang layak untuk ditampung. Karena, di SR ini semuanya gratis yang semuanya dibiayai oleh pemerintah pusat,” ujar Tomi.
Dikatakan Tomi, selain itu para siswa yang belajar di SR ini , semua akan ditempatkan di asrama termasuk pata guru-gurunya nanti semua tinggal di sana. Juga, untuk makan, seragam dan keperluan siswa lainnya ditanggung oleh pemerintah pusat.
Khusus untuk lokasi Sekolah Rakyat di Bengkulu Tengah, Jum’at 25 Afril 2025, pihak Kemeterian PUPR telah mengecek lokasi yang akan daibangun sekolah rakyat, di Kecamatan Pondok Kubang, Bengkulu Tengah.
Pejabat dari Kementerina PUPR, Sabil saat meninjau lokasi SR kepada wartawan mengatakan,khusus untuk provinsi Bengkulu ini terdapat empat kabupaten yang akandibvangun SR. Yaitu, Kau, Manna, Kepahiang, Kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah.Untuk tahap pertama, lanjut Sabil, rencananya bualan Mei 2025 ini sudah terkontrak lokasinya di Sentra Darma di Kota Bengkulu.
“ Mudah-mudahan pada bulan Mei sudah terkontrak selam dua bulan, dan bulan Juli para siswa sudah mulai belajar. Untuk tahap kedua, kontrak pelaksanaan bulan Juni dan target sekolah pada bula Juli 2026,” tegas Sabil.
Ditambahkan Sabil, SR ini akan dilengkapi sarana dan pparasarana lainnya, seperti asrama, ruang kelas, , fasilitas olahraga dan lainnya. Semuanya lengkap, siswa tinggal belajar tanpa dibebani biaya pendidikan. Untuk satu lokasi SR membutuhkan dana sekitar Rp 200 miliar. Ini juga sesuai dengan kondisi lahan kalau kondisinya ekstrim,
untuk biaya pondasi. (……)





