Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing menutup kalender kerja Pemerintah Kota Bengkulu tahun 2025 dengan memimpin Apel Gabungan Akhir Tahun di halaman Pendopo Merah Putih dan memberikan hadiah spesial kepada tiga ASN terbaik—Maryaneta, Wella Hekmuseta, dan Ardi Muhidin berupa paket ibadah umrah gratis senilai Rp40 juta per orang. Hadiah tersebut menjadi bentuk nyata penghargaan pemerintah terhadap kerja keras para pegawai, Senin (29/12/2025). (Foto/Hms)
Apel Akhir Tahun Pemkot Bengkulu: Dorongan Transformasi Kerja dan Apresiasi untuk ASN Berprestasi
Bengkulu, Kabar-one.com – Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing menutup kalender kerja Pemerintah Kota Bengkulu tahun 2025 dengan memimpin Apel Gabungan Akhir Tahun di halaman Pendopo Merah Putih, Senin (29/12/2025). Ratusan ASN dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir dalam suasana yang penuh ketertiban dan rasa tanggung jawab.
Dari sudut pandang pembinaan kinerja aparatur, apel ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum penyadaran kembali tentang pentingnya perubahan pola pikir dalam bekerja. Walikota Dedy menegaskan bahwa transformasi mentalitas kerja adalah fondasi utama untuk menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik.
Ia menekankan bahwa aparatur harus mampu melampaui pola kerja lama yang hanya menunggu perintah, dan beralih ke semangat kerja yang mengutamakan kreativitas, ketelitian, dan keberanian mengambil inisiatif.
“Sejak awal kami dilantik, pasangan Dedy–Ronny selalu mengajak semua untuk bekerja cerdas. Bekerja itu bukan karena hanya diperintah, tapi harus berangkat dari inisiatif, inovatif, dan inspiratif. Cintailah pekerjaan Anda,” tegas Dedy.
Pada kesempatan tersebut, Pemkot Bengkulu memberikan penghargaan kepada 41 ASN yang dinilai menunjukkan dedikasi serta prestasi kerja di atas rata-rata. Tiga ASN terbaik—Maryaneta, Wella Hekmuseta, dan Ardi Muhidin—mendapatkan hadiah spesial berupa paket ibadah umrah gratis senilai Rp40 juta per orang. Hadiah tersebut menjadi bentuk nyata penghargaan pemerintah terhadap kerja keras para pegawai.
Dedy menjelaskan bahwa proses penentuan penerima penghargaan dilakukan melalui evaluasi ketat antar-OPD untuk menjamin objektivitas penilaian. Ia juga menegaskan bahwa ASN dengan performa terbaik akan mendapatkan jaminan stabilitas posisi dalam jabatan yang diemban.
“Ini adalah wujud perhatian kami sebagai pimpinan. Bagi mereka yang sudah menjadi yang terbaik, secara otomatis posisinya aman dalam amanah jabatan, karena mereka telah membuktikan keunggulannya,” ujarnya.
Tidak hanya memberikan apresiasi, Walikota juga menyampaikan pesan penting terkait pembentukan karakter ASN. Ia mengingatkan para pegawai untuk tidak cepat puas, menghindari sikap mengeluh, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Saya sangat menyukai ASN yang inovatif, dan sebaliknya, saya paling benci dengan ASN yang suka mengeluh. Teruslah berkarya untuk kemajuan Kota Bengkulu,” pungkasnya.
Dari sisi masyarakat, kegiatan ini mendapat respons positif. Seorang warga bernama Dimas (34) menyebut apresiasi tersebut dapat meningkatkan motivasi pegawai di lingkungan Pemkot.
“Kalau ada penghargaan seperti ini, ASN pasti lebih semangat bekerja. Kami sebagai warga juga merasakan dampaknya lewat pelayanan yang lebih cepat dan ramah,” ujarnya.
Sementara itu, Anita (52), pedagang sekitar kawasan Pemkot, menilai bahwa dorongan Walikota agar ASN bekerja inovatif sudah tepat.
“Kalau pegawainya inovatif, kota ini makin maju. Kami sebagai masyarakat tentu senang melihat pemerintah serius membangun pelayanan yang lebih baik,” katanya.
Apel Akhir Tahun kemudian ditutup dengan pemberian selamat oleh Walikota dan Wakil Walikota kepada para penerima penghargaan. Momen ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh ASN Pemkot Bengkulu dalam menyongsong tahun kerja berikutnya dengan dedikasi yang lebih tinggi.





